• Biografi Tokoh Islam

    Kumpulan Biografi Para Tokoh Islam Ternama dan Sejarah Perkembangan Islam Dunia

  • Biografi Penemu Dunia

    Kumpulan Biografi Para Penemu Terkenal di Dunia dan Sejarah Pertama Penemuannya

  • Biografi Pahlawan Indonesia

    Kumpulan Biografi Para Pahlawan Nasional Indonesia dan Sejarah Perjuangan Indonesia

Profil Gus Iqdam Kholid | Pendakwah Viral asal Blitar

Profil Gus Iqdam Kholid | Pendakwah yang Tengah Viral asal BlitarGus Iqdam atau Muhammad Iqdam Kholid, yang lahir 27 September 1994, merupakan putra bungsu pasangan Kiai Haji Kholid dan Hajah Lanratul Farida. Orang tua Gus Iqdam adalah pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Hikam di Blitar Jawa Timur.

Gus Iqdam mendapat didikan dari kedua orang tua dan lingkungannya. Gus Iqdam juga belajar agama kepada pamannya Dliyauddin Azzamzami. Setelah itu, Gus Iqdam melanjutkan pendidikannya ke Pondok Pesantren Al-Falah Ploso, Kediri Jawa Timur.

Setelah menyelesaikan pendidikan agamanya, Gus Iqdam mendirikan majelis ilmu, yang dinamai dengan Majelis Ta’lim Sabilu Taubah pada tahun 2018. Mulanya, Majelis Sabilu Taubah yang beliau dirikan hanya beranggotakan 7 jemaah saja.

Berkat cara dakwahnya yang unik dan merakyat, jemaahnya kian bertambah hingga ribuan dari seluruh Indonesia. Penamaan Majelis tersebut adalah harapan agar majelis itu bisa menjadi rumah taubat, & rumah memperdalam ilmu agama bagi siapa saja.

Dakwah Gus Iqdam selama ini tidak hanya di kalangan santri saja. Beliau juga merangkul orang-orang jalanan, kaum marginal, bahkan kaum kriminal. Semua kalangan dirangkulnya dengan lembut, dan pesan agama yang tak terkesan memaksa atau menggurui.

Atas kerendahan hatinya, Gus Iqdam kini banyak digandrungi tidak hanya para santri pondok pesantren saja, tapi juga banyak digandrungi para anak muda. Demikian sekelumit profil Gus Iqdam, pendakwah yang tengah viral asal Blitar. Terima kasih.

Daftar Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia

Profil Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia The Muslim 500Emir pemimpin Qatar menjadi tokoh muslim paling berpengaruh nomor satu di dunia pada 2022 versi themuslim500 dot com. Emir Qatar yang dimaksud adalah Tamim bin Hamid Al-Thani yang merupakan anggota dinasti Al-Thani.

Sementara pada urutan kedua diduduki Raja Arab Saudi Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud yang mulai menjabat sebagai raja ketujuh dari Kerajaan Arab Saudi mulai bulan Januari 2015, setelah wafatnya sang ayah Raja Abdullah bin Abdul-Aziz.

Di peringkat ketiga ditempati Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran. Peringkat keempat diduduki Presiden Turki Tayyip Erdogan yang menjadi presiden Turki selama 11 tahun, dari tiga kali pemilihan pada 2002, 2007, dan 2011.

Berikut daftar Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia versi The Muslim 500 :

1. Tamim bin Hamid Al-Thani
2. Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud
3. Ayatollah Hajj Sayyid Ali Khamenei
4. Recep Tayyip Erdogan
5. Abdullah II Ibn-Al-Hussen
6. Muhammad Taqi Usmani
7. HM King Mohammed VI
8. Mohammed bin Zayed Al-Nahyan
9. Sayyid Ali Hussein Sistani
10. Imran Khan
11. Habib Umar bin Hafiz
12. Salman Al-Ouda
13. Joko Widodo
14. Ahmad Muhammad Al-Tayyeb
15. Muhammad bin Salman bin Abdul-Aziz Al-Saud
16. Abdullah bin Bayyah
17. Muhammadu Buhari
18. Muhammad Sa'adu Abubakar III
19. Said Aqil Siradj
20. Ali Gomaa

Abdullah II Ibn-Al-Hussein yang ada di peringkat kelima, merupakan keturunan Nabi Muhammad SAW. Adapun Joko Widodo di urutan ke-13 yaitu Presiden Indonesia, dan Said Aqil Siradj di urutan ke 19 adalah mantan ketua PB NU dari Indonesia. Demikian daftar Tokoh Islam Paling Berpengaruh di Dunia versi The Muslim 500.

Profil Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi

Biografi Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi | Sejarah Kitab Simtudduror dan Masjid Riyadh SoloHabib Ali Al-Habsyi lahir pada Jumat 24 Syawal 1259 H di Qasam, sebuah kota di negeri Hadhramaut, dari pasangan Al-Imam Al-Arif Billah Muhammad bin Husin bin Abdullah Al-Habsyi dan As-Syarifah Alawiyyah binti Husain bin Ahmad Al-Hadi Al-Jufri.

Habib Ali Al-Habsyi dikenal juga dengan nama Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi atau Al-Imam Al-Allamah Al-Habib Ali bin Muhammad bin Husin Al-Habsyi.

Lahir dari keluarga dengan dasar agama Islam yang kuat membuat Habib Ali Al-Habsyi mengkhatamkan Al-Quran dan berhasil menguasai ilmu-ilmu zahir dan batin di usia remaja. Sehingga Ia diizinkan para gurunya untuk memberikan ceramah dan kajian di hadapan khalayak umum.

Habib Ali juga mengumpulkan, menampung, mengarahkan, dan mendidik para siswa untuk belajar agama Islam secara menyeluruh. Untuk menampung mereka, dibangun nya Masjid Riyadh di kota Seiwun yang dilengkapi dengan asrama serta sarana dan prasarana yang mendukung.

Kemasyhuran Habib Ali Al Habsyi dalam mengajarkan agama begitu terkenal, mulai dari tempat tinggalnya sendiri, Afrika, sebagian besar wilayah Asia, hingga Indonesia. Ajaran Habib Ali Al Habsyi banyak dibukukan. Habib Ali merupakan seorang tokoh agama Islam pengarang kitab Simtudduror.

Karyanya yaitu catatan kecil yang berisi kisah Maulid Nabi Besar Muhammad SAW yang berjudul Simtud Duror Fi Akhbar Maulid Khairil Basyar wa Ma Lahu min Akhlaq wa Aushaf wa Siyar atau Untaian Mutiara Kisah Kelahiran Manusia Utama; Akhlak, Sifat dan Riwayat Hidupnya.

Habil Ali Al Habsyi meninggal di Seiwun, Hadramaut pada hari, Ahad 20 Rabi'ul Akhir 1333 H. Habib Ali memiliki putra bernama Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi. Putranya ini menetap di Solo dan mendirikan Masjid Riyadh di Solo.

Al-Habib Alwi bin Ali Al-Habsyi pun meneruskan ajaran yang dia dapat dari ayahnya dengan mendirikan masjid Riyadh di Solo. Peringatan haul ayahandanya diperingati di Solo. Seiring berjalannya waktu, haul untuk memperingati Habib Ali disebut Haul Solo.

Haul Habib Ali setiap tahunnya digelar di kompleks Masjid Ar-Riyadh Solo, Sebuah masjid kecil dengan zawiyah atau tempat untuk majelis ilmu di pojokan masjid. Karena terbatasnya tempat, para tamu haul membludak sampai ke sepanjang Jalan Kapten Mulyadi.

Khalaf bin Khalifah - Tokoh Tabi'in Terakhir Wafat

Biografi Khalaf bin Khalifah - Tokoh Tabi'in Terakhir WafatTabi'in yang paling akhir wafatnya ialah Khalaf bin Khalifah (wafat tahun 181 Hijriyah), karena ia sempat berjumpa dengan Abu Tufail di Makkah. Dengan demikian, periode tabi'in berakhir tahun 181 Hijriyah bersamaan dengan masa pemerintahan Harun ar-Rasyid (170-194 Hijriyah) dari Bani Abbas.

Secara kebahasaan, tabiin merupakan bentuk jamak dari tabi' artinya yang mengikuti. Orang-orang atau orang-orang Islam yang pernah berjumpa dengan sahabat Nabi Muhammad SAW dan meninggal dalam keadaan iman.

Menurut Al-Khatib al Baghdadi (sejarawan dari Baghdad yang hidup pada abad ke-4 hijriyah), seorang muslim dapat dikatakan sebagai tabiin jika pernah bersahabat Nabi SAW, jadi bukan sekedar pernah berjumpa saja. Para ulama ahli hadis membagi generasi tabiin ini dalam beberapa tingkatan (tabaqat) berdasarkan kualitas sahabat yang pernah dijumpainya.

Ibnu Sa'ad, misalnya, mengelompokkan tabiin dalam 4 tabaqat, sedangkan Al-Hakim mengelompokannya dalam 15 tabaqat. pengelompokkan tabaqat tabiin sangat relatif dan lebih sulit serta berbeda pengelompokkan tabaqat sahabat yang didasarkan atas keikut sertaannya pada peristiwa peristiwa penting yang dialami Rasulullah SAW.

Untuk tabaqat pertama, para ulama sepakat memberi batasan bahwa mereka adalah tabi'in yang pernah berjumpa dan bersahabat dengan sepuluh sahabat yang dijanjikan Rasulullah SAW akan masuk surga. Mereka itu adalah Abu Bakar as-Siddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib, Sa'id bin Abi Waqqas, Sa'id bin Zaid bin Amr bin Nufail, Talhah bin Ubaidillah, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf dan Abu Ubaidah bin al-Jarrah.

Mereka yang dipandang sebagai tabi'in tabaqat pertama di antaranya Abu Usman an-Nahdi, Qais bin Abbad, Abu Husain bin Munzir, Abu Wa'il dan Abu Raja' at-Taridi. Tabi'in yang diketahui paling dulu meninggal adalah Abu Zaid Ma'mar bin Zaid (wafat tahun 30 Hijriyah).

Tabaqat Tabi-in yang paling akhir, menurut pandangan al-Hakim, ialah tabi'in yang sempat berjumpa atau melihat sahabat paling akhir dan menyaksikan wafatnya sahabat tersebut (man laqiya akhiras shahabata mautan (siapa yang melihat/menyaksikan paling akhir wafatnya seorang sahabat). Mereka yang termasuk tabi'in tabaqat terakhir ialah tabi'in yang berjumpa dengan Abu Tufail Amir bin Wa'ilah di Mekah yang berjumpa dengan as-Saib di Madinah yang berjumpa dengan Abu Umamah di Syam (Suriah) yang berjumpa dengan Ubaidilah bin Abi Aufa di Kufah yang berjumpa dengan Anas bin Malik di Basra dan berjumpa dengan Abdullah az-Zubaidi di Mesir.

Tabi'in yang paling akhir wafatnya ialah Khalaf bin Khalifah (wafat tahun 181 Hijriyah), karena ia sempat berjumpa dengan Abu Tufail di Makkah. Dengan demikian, periode tabi'in berakhir tahun 181 Hijriyah bersamaan dengan masa pemerintahan Harun ar-Rasyid (170-194 Hijriyah) dari Bani Abbas.

Di antara tabi'in yang mempunyai peran besar dalam pengembangan ilmu agama Islam ialah Sa'id bin Musayyab, Nafi' Maula bin Amr, Muhammad bin Sirin, Ibnu Syihab az-Zuhri, Sa'id bin Zubair al-Asadi al-Kufi dan Nu'man bin Sabit. Sa'id bin Musayyab lahir pada tahun 15 Hijriyah, tahun kedua pada pemerintahan Khalifah Umar bin Khattab dan wafat pada tahun 94 Hijriyah. Ayah dan kakeknya adalah sahabat Nabi Muhammad SAW. Ia terkenal karena kewarakan, kezuhudan dan keluasan ilmu pengetahuan di bidang hadis dan fikih.

Nafi' Maula bin Amr (wafat 117 Hijriyah) pada mulanya adalah hamba Ibnu Umar yang mengabdi kepada majikannya selama tiga tahun sebelum dimerdekakan. Imam Malik bin Anas adalah sahabat dekat Nafi'. Imam Malik berkata, ''Jika aku menerima hadis dari Nafi' dari Ibnu Umar, aku tidak perlu mendengarnya lagi dari orang lain.'' Dengan demikian, Imam Malik yakin betul dengan setiap hadis yang diriwayatkan Nafi'. Ia juga dikenal sebagai rawi (periwayat) hadis dan ulama fikih Madinah.

Muhammad bin Sirin adalah anak seorang maula (hamba yang kemudian) dimerdekakan) Anas bin Malik. Ia lahir dua tahun sebelum berakhirnya pemerintahan Usman bin Affan (32 Hijriyah) dan wafat pada tahun 110 Hijiyah. Ia termasuk ulama fikih di Madinah di samping rawi hadis yang dipercaya.

Yusuf al-Qaradawi Tokoh Cendekiawan Muslim Mesir

Yusuf al-Qaradawi - Cendekiawan Muslim Mesir Meninggal DuniaSyekh Dr. Yusuf al-Qaradawi (lahir di Shafth Turaab, Kairo, Mesir, 9 September 1926; umur 92 tahun) adalah seorang cendekiawan Muslim yang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era modern ini. Selain sebagai seorang Mujtahid ia juga dipercaya sebagai seorang ketua majelis fatwa. Banyak dari fatwa yang telah dikeluarkan digunakan sebagai bahan Referensi atas permasalahan yang terjadi. Namun banyak pula yang mengkritik fatwa-fatwanya. Lahir di sebuah desa kecil di Mesir bernama Shafth Turaab di tengah Delta Sungai Nil, pada usia 10 tahun, ia sudah hafal al-Qur'an. Menamatkan pendidikan di Ma'had Thantha dan Ma'had Tsanawi, Qardhawi terus melanjutkan ke Universitas al-Azhar, Fakultas Ushuluddin. Dan lulus tahun 1952. Tapi gelar doktornya baru ia peroleh pada tahun 1972 dengan disertasi "Zakat dan Dampaknya Dalam Penanggulangan Kemiskinan", yang kemudian disempurnakan menjadi Fiqh Zakat. Sebuah buku yang sangat komprehensif membahas persoalan zakat dengan nuansa modern.

Sebab keterlambatannya meraih gelar doktor, karena dia sempat meninggalkan Mesir akibat kejamnya rezim yang berkuasa saat itu. Ia terpaksa menuju Qatar pada tahun 1961 dan di sana sempat mendirikan Fakultas Syariah di Universitas Qatar. Pada saat yang sama, ia juga mendirikan Pusat Kajian Sejarah dan Sunnah Nabi. Ia mendapat kewarganegaraan Qatar dan menjadikan Doha sebagai tempat tinggalnya. Dalam perjalanan hidupnya, Qardhawi pernah mengenyam "pendidikan" penjara sejak dari mudanya. Saat Mesir dipegang Raja Faruk, dia masuk bui tahun 1949, saat umurnya masih 23 tahun, karena keterlibatannya dalam pergerakan Ikhwanul Muslimin. Pada April tahun 1956, ia ditangkap lagi saat terjadi Revolusi Juni di Mesir. Bulan Oktober kembali ia mendekam di penjara militer selama dua tahun. Qardhawi terkenal dengan khutbah-khutbahnya yang berani sehingga sempat dilarang sebagai khatib di sebuah masjid di daerah Zamalik. Alasannya, khutbah-khutbahnya dinilai menciptakan opini umum tentang ketidak adilan rezim saat itu.

Qardhawi memiliki tujuh anak. Empat putri dan tiga putra. Sebagai seorang ulama yang sangat terbuka, dia membebaskan anak-anaknya untuk menuntut ilmu apa saja sesuai dengan minat dan bakat serta kecenderungan masing-masing. Dan hebatnya lagi, dia tidak membedakan pendidikan yang harus ditempuh anak-anak perempuannya dan anak laki-lakinya. Salah seorang putrinya memperoleh gelar doktor fisika dalam bidang nuklir dari Inggris. Putri keduanya memperoleh gelar doktor dalam bidang kimia juga dari Inggris, sedangkan yang ketiga masih menempuh S3. Adapun yang keempat telah menyelesaikan pendidikan S1-nya di Universitas Texas Amerika. Anak laki-laki yang pertama menempuh S3 dalam bidang teknik elektro di Amerika, yang kedua belajar di Universitas Darul Ulum Mesir. Sedangkan yang bungsu telah menyelesaikan kuliahnya pada fakultas teknik jurusan listrik.

Dilihat dari beragamnya pendidikan anak-anaknya, orang-orang bisa membaca sikap dan pandangan Qardhawi terhadap pendidikan modern. Dari tujuh anaknya, hanya satu yang belajar di Universitas Darul Ulum Mesir dan menempuh pendidikan agama. Sedangkan yang lainnya, mengambil pendidikan umum dan semuanya ditempuh di luar negeri. Sebabnya ialah, karena Qardhawi merupakan seorang ulama yang menolak pembagian ilmu secara dikotomis. Semua ilmu bisa islami dan tidak islami, tergantung kepada orang yang memandang dan mempergunakannya. Pemisahan ilmu secara dikotomis itu, menurut Qardhawi, telah menghambat kemajuan umat Islam. Yusuf al-Qaradawi Tokoh Cendekiawan Muslim Mesir meninggal pada 26 September 2022.

Profil Ustadz Hanan Attaki (UHA) Ustadz Muda Gaul

Profil Ustadz Hanan Attaki (UHA) Ustadz Gaul Kalangan Anak MudaTengku Hanan Attaki yang lahir 31 Desember 1981 di Aceh merupakan seorang penceramah. Ustad Hanan Attaki atau UHA adalah anak kelima dari enam bersaudara. Sejak kecil ia sudah dekat dengan Al-Qur'an. Hanan Attaki sering mengikuti Musabaqah Tilawatil Qur'an dan menjuarainya.

Usai menyelesaikan sekolah di Pondok Pesantren Ruhul Islam Banda Aceh, Hanan Attaki melanjutkan pendidikan ke Universitas Al Azhar di Kairo Mesir. UHA kuliah di jurusan Tafsir Al-Qur'an, Fakultas Ushuluddin Al-Azhar. Disela kesibukan kuliah, dia aktif di kelompok studi Al-Qur'an dan ilmu-ilmu Islam.

Hanan Ataki pernah menjadi pemimpin redaksi buletin Salsabila. Ustad gaul ini juga pernah mengisi acara tilawah di beberapa stasiun tivi. Tahun 2005 Uha menjadi qori terbaik fajar tv kairo. Usai terima gelar LSi dari Al Azhar, Hanan Attaki kembali ke Indonesia menetap di Bandung bersama istri dan anaknya.

Setelah kembali dari Al-Azhar, Hanan Attaki bekerja sebagai pengajar SQT Habiburrahman dan Jendela Hati, Dia jadi Direktur di Rumah Qur'an Salman ITB, dan mendirikan Shift Pemuda Hijrah. Sejak saat itu, Hanan Attaki aktif berdakwah dikenal sebutan UHA yang identik dengan jemaah muda.

Pembawaannya saat ceramah dikenal santai, tetapi sampai ke hati jemaah. Sehingga banyak anak muda yang senang dengan ceramahnya. Pengajian Ustadz Hanan Attaki di sebuah Masjid di Madura pernah dibubarkan oleh Banser NU bersama dengan warga pada Minggu 12/2/2023.

Pada hari Kamis (11/5/2023) malam, dikabarkan Ustaz Hanan Attaki dibaiat menjadi warga NU yang dilakukan di sela Haul Pondok Pesantren Sabilur rosyad Gasek Malang. Prosesi baiat tersebut dibimbing langsung pengasuh pondok pesantren tersebut, yaitu Kyai Haji Marzuki Mustamar.

Profil Dennis Bradley atau Abu Aminah Bilal Philips

Biografi Dennis Bradley atau Abu Aminah Bilal PhilipsAbu Ameenah Bilal Philips, (lahir Dennis Bradley Philips, 1946) adalah seorang guru Muslim Kanada, pembicara, dan penulis yang tinggal di Qatar. Dia muncul di Peace TV, yang merupakan saluran TV satelit Islam 24 jam. Dia menganggap dirinya seorang Salafi yang menganjurkan bentuk Islam tradisional dan harfiah. JM Berger, menggambarkannya sebagai contoh dari seorang pengkhotbah dan pemimpin opini dari dunia Muslim "yang jelas percaya dan berkhotbah dalam sering mengaduk-aduk istilah bahwa peradaban Barat ada dalam konflik tajam dengan peradaban Islam, tetapi yang ... berhenti dari kekerasan yang mendukung secara terbuka . "

Karena apa yang disebut oleh para kritikus "pandangan ekstremis", Philips telah dilarang memasuki Inggris, Australia, Denmark dan Kenya, dilarang masuk kembali ke Jerman, diperintahkan untuk meninggalkan Bangladesh, dan ditangkap di Filipina karena "menghasut dan merekrut orang untuk melakukan kegiatan teroris." Philips telah menanggapi kritik tersebut dengan menyatakan bahwa ia seorang moderat yang melakukan tidak mendukung terorisme atau penggunaan bom bunuh diri dalam Islam. Beberapa pendukung hak-hak sipil membela Philips dan mengkritik deportasinya, mengklaim bahwa dia sedang dianiaya secara agama.

Abu Ameenah Bilal Philips bernama asli Dennis Bradley Philips. Dia berdarah Jamaika namun masa kecilnya dihabiskan di Kanada. Perjalanannya mengenal Islam menarik untuk disimak. Sebelum menjadi muslim, Philips menganut musik dan cinta sebagai agamanya. Dibesarkan dalam kultur musik Jamaika kental membuat ia memilih menjadi gitaris. Di kesengsem Jimi Hendrix dan Bob Marley. Saat berkuliah di Universitas Simon Frasier, Kota Vancouver, Kanada, dia kerap ngamen di klub dan kafe mempertontonkan kemahirannya bermain musik.

Bermain musik memberikan kesempatan pria kelahiran Jamaika, 6 Januari 1946, ini menjelajah ke berbagai negara, termasuk Malaysia dan Indonesia pada 1960-an. Di dua negara berpenduduk mayoritas Islam ini, Philips mulai tertarik mempelajari agama Nabi Muhammad. Balik ke negaranya pada 1972, lelaki berjanggut ini memutuskan mempelajari Islam secara intensif. Dia kerap berdiskusi dengan para cendekiawan muslim dan mempelajari buku-buku agama rahmatan lil alamin ini. Tak perlu waktu cukup banyak, beberapa bulan kemudian Philips mengucapkan dua kalimat syahadat, tanda sumpah serta pengakuan keesaan Allah dan Rasulullah sebagai utusanNya.

Beliau adalah salah seorang da’i senior yang menyeru kepada al-Qur’an dan asSunnah serta madzhab salaf yang terkenal di Eropa. Beliau lahir di Jamaika namun tinggal dan besar di Kanada. Beliau masuk Islam pada tahun 1972. Pada tahun 1979, beliau menyelesaikan program diploma bahasa Arab di Fakultas Ushulud Dien, Universitas Islam Madinah. Beliau menyelesaikan gelar magisternya di Fakultas Tarbiyah Universitas Riyadh pada tahun 1985 dan gelar doktoralnya sebagai Ph.D (Doctor of Phylosophy) pada tahun 1994 di Universitas Wales.

Beliau pernah mengajar di sekolah swasta di Riyadh lebih dari 10 tahun, dan selama 3 tahun beliau pernah mengajar di Jurusan Pendidikan Islam, Universitas Islam Syarif Kabunsuan di Kotabato, Mindanao, Filipina. Semenjak tahun 1994, beliau mendirikan dan memimpin Pusat Informasi Islam di Dubai, Uni Emirat Arab dan Departemen Literatur Asing Darul Fatah Islamic Press di Sharjah, Uni Emirat Arab. Beliau memiliki banyak karangan dan tulisan yang sangat bermanfaat. Beliau adalah orang yang sangat tawadhu’ dan lapang dada di dalam menerima masukan dan kritikan.

Beberapa fitnah dari sebagian salafiyun menimpanya dan menuduhnya dengan tuduhan yang bermacam-macam, mulai dari tamyi’, quthbiy, ikhwaniy, dan semisalnya. Namun, amal dan tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan itu pada hakikatnya tidaklah benar. Dan apabila benar, maka beliau akan menerimanya dengan lapang dada dan ruju’ darinya… Kami pernah menanyakan perihal al-Ustadz Abu Aminah hafizhahullahu kepada Syaikh Ali Hasan al-Halabi hafizhahullahu (beliau sering memberikan ceramah di Eropa dan pernah bertemu dengannya) pada saat kami berada di mobil ketika akan pergi ke Masjjid al-Muhajirin Malang beberapa waktu silam.

Kami bertanya kepada beliau, “wahai syaikh apakah Anda mengenal Abu Aminah Bilal Philips, salah seorang dari Kanada?”. Beliau menjawab, “na’am…” Kami bertanya lagi kepada beliau, “bagaimana pandangan Anda terhadap beliau?”, maka syaikh menjawab, “Jayyid, seorang yang baik…”, Kami bertanya kembali, “apakah dia ahlus sunnah salafiy?” syaikh menjawab, “thab’an (tentu), salafiy jayyid…”, Kami kembali menukas kepada beliau, “karena banyak fitnah dan tuduhan yang menimpa dirinya dan disebarkan di internet…”,

Syaikh tersenyum dan berkata yang intinya menasehatkan supaya kami tidak terlalu ambil pusing dengan fitnah-fitnah di internet, kemudian beliau menceritakan keadaan dakwah salafiyah di Eropa yang tidak jauh beda dengan Indonesia… Selain Ustadz Abu Aminah, kami juga menanyakan tentang Ustadz Abu Saifillah dari Luton-Inggris dan Ustadz Abu Usamah adz-Dzahabi dari QSS (Qur’an Sunnah Society), Toronto Kanada. Dan beliau memuji semua orang-orang ini. Falillahil Hamdu.

Biografi Said Aqil Siroj | Mantan Ketua Umum PBNU

Said Aqil SirojSaid Aqil Siroj yang lahir 3 Juli 1953 di Cirebon Jawa Barat adalah mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2022.

Dia saat ini menjabat sebagai Mustasyar (penasehat) Pengurus Besar Nahdlatul 'Ulama masa khidmat 2022-2026. Dia juga menjabat sebagai Rektor Universitas Nahdlatul Ulama (UNU) Cirebon sekaligus Pimpinan Pondok Pesantren Luhur Al-Tsaqafah Jakarta Selatan.

Said Aqil menyelesaikan pendidikan S1 di Universitas King Abdul Aziz, Jeddah (Fakultas Ushuluddin) 1982, S2 Universitas Ummul Qura, Makkah (Jurusan Perbandingan Agama) 1987, dan S3 Universitas Ummul Qura, Makkah (Jurusan Aqidah & Filsafat Islam) 1994.

KH. Said Aqil Siroj terpilih menjadi Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2010-2015 dalam Muktamar ke-32 Nahdlatul 'Ulama di Makassar, Sulawesi Selatan.

Kemudian pada tahun 2015 pada Muktamar NU Ke 33 di Jombang, KH. Said Aqil Siroj kembali terpilih sebagai Ketua Umum PBNU untuk masa khidmat kedua (2015-2020).

Said Aqil Siroj sejak tahun 2010 selalu masuk ke dalam daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia yang dirilis The Royal Islamic Strategic Studies Center yang berpusat di Yordania.

Pada tahun 2022 (The World's 500 Most Influential Muslims 2022), merilis Daftar 500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia dan KH. Said Aqil Siroj menempati urutan ke-19 edisi tahun 2022.

Profil Gus Azmi Askandar | Pendakwah Grup Sholawat

Profil Gus Azmi Askandar | Pendakwah dan Penyanyi Religi Grup SholawatGus Azmi atau Muhammad Ulul Azmi Askandar al Abshor lahir 23 April 2004 di Blitar merupakan putra dari bapak Ahmad Ulil Abshor Ishomudin dan Ibu Laila Syadzili. Gus Azmi dikenal melalui kegiatannya sebagai vokalis dalam grup sholawat Syubbanul Muslimin dan lulusan dari Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalijakar Probolinggo.

Sebagai penyanyi yang sekaligus berdakwah, Gus Azmi aktif menulis syair dakwah. Gus Azmi juga sempat menjadi aktor dalam film The Santri tahun 2019. Gus Azmi sering mengkafer lagu dan telah memiliki banyak single lagu. Dia mendapat penghargaan sebagai Penyanyi Muda Pria Inspiratif 2021 dari Anugerah Syiar Ramadan 2021.

Gus Azmi sempat santer digosipkan dan dijodohkan dengan Wirda Mansur. Keduanya dianggap cocok setelah membintangi film yang sama, dan acap kali memamerkan kebersamaannya. Demikian sekelumit profil Gus Azmi, penyanyi dan pendakwah muda serta vokalis grup sholawat Syubbanul Muslimin dari Pondok Pesantren Nurul Qodim Kalijakar Probolinggo.

Biografi Harun Yahya - Penulis dan Kreasionis Islam

Harun Yahya - Penulis dan Kreasionis IslamAdnan Oktar (lahir di Ankara, Turki, 2 Februari 1956; umur 63 tahun), juga dikenal sebagai Harun Yahya (diambil dari nama nabi Harun dan Yahya) atau Adnan Hoca, adalah seorang penulis dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme. Adnan Oktar menjalankan dua organisasi yang di dalamnya dia juga merupakan Presiden Kehormatan, yaitu Bilim Araştırma Vakfı atau BAV ("Yayasan Penelitian Sains", didirikan pada tahun 1990), yang bertujuan mempromosikan kreasionisme, serta Milli Değerleri Koruma Vakfı ("Yayasan Perlindungan Nilai Nasional", didirikan pada tahun 1995) yang bertujuan mempromosikan nasionalisme Turki. Dalam dua dekade terakhir, Adnan Oktar banyak terlibat dalam sejumlah kasus hukum, baik sebagai terdakwa maupun penggugat.

Oktar menganut kreasionisme Bumi lama. Ia adalah seorang anti-Zionis dan anti-Mason, yang dianggapnya sebagai dua gerakan yang saling terkait. Meskipun ia menolak tuduhan anti-Semit, dan mengklaim bahwa paham tersebut berakar pada kekafiran dan Darwinisme, Ia juga dianggap sebagai seorang penyangkal Holocaust, berdasarkan bukunya Soykırım Yalanı (Kebohongan Holocaust). Namun belakangan, dalam wawancara dengan The Guardian (2007) ia menyangkal telah menulis buku ini. Adnan Oktar menetap di Ankara hingga akhirnya pindah ke Istanbul pada tahun 1979. Dia telah membuat ratusan buku, buklet, poster, dokumenter, dan CD. Buku-bukunya dibuat dengan mewah, dengan kertas berkualitas tinggi dan penuh gambar berwarna, dan dijual di toko buku Islam di seluruh dunia.

Pada tahun 2007, ia mengirim ribuan kopi Atlas Penciptaan untuk menyebarkan kreasionisme Islam di kalangan museum ilmiah, anggota Kongres, dan Ilmuwan Amerika. Namun buku buatannya mendapat respon negatif, diantaranya karena sejumlah kesalahan yang dilakukannya, termasuk saat menyebut gambar ular laut sebagai belut. Kontroversi lain adalah saat ia memasukkan gambar umpan pancing milik Graham Owen tanpa izin. Meski kemudian ia memperbaiki kesalahan-kesalahannya di versi daring miliknya, sejumlah pihak masih menyindirnya dengan mengatakan buku Atlas Penciptaannya telah 'berevolusi'. Pada 21 Maret 2011, Oktar memulai siaran televisi pada saluran satelit A9 yang menyiarkan secara langsung wawancara dan kuliah malamnya.

Setelah 11 September 2001 dan serangan WTC, Oktar menerbitkan sebuah buku berjudul Islam Denounces Terrorism. Dalam bukunya, Oktar lebih banyak membicarakan dialog antaragama, berupaya untuk menyatukan para penganut dari beragam golongan. Menurutnya Muslim, Kristen, dan Yahudi harus bersatu melawan pengaruh Darwinisime yang merusak, yang dia anggap sebagai penyebab fasisme, anti-Semitisme dan holocaust. Pada tahun 2007 dia menyebarkan ribuan kopi bukunya yang berjudul Atlas Penciptaan, yang isinya mendakwahkan Islam dan kreasionisme, ke sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di beberapa negara Eropa serta Amerika Serikat. Pada tahun 2010, Adnan Oktar terpilih sebagai satu dari lima puluh orang teratas dari 500 Muslim Paling Berpengaruh di dunia oleh Royal Islamic Strategic Studies Centre of Jordan atas kontribusinya dalam penyebaran kreasionisme dalam konteks Islam, serta banyak terbitan lainnya yang tersebar luas yang berkaitan dengan topik-topik Islam.

Buku dan brosur Oktar diterbitkan di Turki oleh "Vural Yayıncılık" ("Global Publishing"), Istanbul. Terjemahan bahsa Inggrisnya diterbitkan oleh "Ta-Ha Publishers", London, Britania Raya; "Global Publishing", Istanbul, Turki; "Al-Attique Publishers", Ontario, Kanada dan "Goodword Books", New Delhi, India. Media yang diterbitkan antara lain: Buku, Buklet (Pamflet), Buku Anak, Jurnal, Dokumenter, Buku Audio, CD, Poster dan lebih dari seratus situs web. Jumlah buku dan brosur yang diterbitkan oleh Oktar mencapai ratusan. karya-karyanya dibuat dengan mewah, dengan kertas berkualitas tinggi dan penuh gambar berwarna, dan dijual di toko buku Islam di seluruh dunia.

Yahya, Harun (1986). Yahudilik ve Masonluk (Judaism and Freemasonry). ISBN 9757043001.
Yahya, Harun (1995). Soykırım Yalanı (The Holocaust Lie). ISBN 9757856258.
Yahya, Harun (2000). Allah Is Known through Reason. New Delhi: Goodword Books. ISBN 8187570059.
Yahya, Harun (2000). Miracle in the Ant. ISBN 1842000152.
Yahya, Harun (2000). Allah Is Known through Reason. New Delhi: Goodword Books. ISBN 8187570059.
Yahya, Harun (2000). Allah's Artistry in Colour. Goodword Books. ISBN 1842000160.
Yahya, Hârun (2000). The Creation of the Universe. Al-Attique. ISBN 189426438X.
Yahya, Harun (2001). The Evolution Deceit. London: Ta-Ha. ISBN 9756579382.
Yahya, Harun; Clarke, Abdassamad (2001). The Miracle in the Atom. Ta-Ha Publishers Ltd. ISBN 1842000233.
Yahya, Harun (2001). Disasters Darwinism Brought to Humanity. Al-Attique. ISBN 1894264444.
Yahya, Harun (2002). Global Freemasonry. Global Publishing. ISBN 9756426004.
Yahya, Harun (2002). The Glory in the Heavens. ISBN 1842000403.
Yahya, Harun (2002). The Design in Nature. Ta-Ha Publishers Ltd. ISBN 1842000357.
Yahya, Harun (2002). The Alliance of the Good. Islamic Book Service. ISBN 8172313721.
Yahya, Harun (2002). The World of Animals (Children, Have You Ever Thought?). ISBN 184200042X.
Yahya, Harun (2002). Before You Regret. Al-Attique Publishers Inc. ISBN 189426441X.
Yahya, Harun (2002). Fascism The Bloody Ideology of Darwinism. ISBN 983938435X.
Yahya, Harun (2002). Islam Denounces Terrorism. Elmhurst: Tahrike Tarsile Qur'an. ISBN 1879402971.
Yahya, Harun (2002). Romanticism: A Weapon of Satan. ISBN 8188273201.
Yahya, Harun (2003). Wonderful Creatures. London: Ta-Ha Publishers. ISBN 1842000470.
Yahya, Harun (2003). 24 Hours in the Life of a Muslim. ISBN 1842000543.
Yahya, Harun (2003). The Courage Of The Faithful. ISBN 9756426624.
Yahya, Harun (2003). A Definitive Reply to Evolutionist Propaganda. Global Publishing. ISBN 9756426241.
Yahya, Harun (2003). The Errors of The American National Academy of Science.
Yahya, Harun (2003). Why Darwinism Is Incompatible with the Quran. Global Publishing. ISBN 9756426039.
Yahya, Harun (2004). Signs of the Last Day. Global Publishing. ISBN 9756426020.
Yahya, Harun (2004). The Muslim Way of Speaking. ISBN 9756426438.
Yahya, Harun (2004). Passivity in Religion. ISBN 9756426640.
Yahya, Harun (2004). The Signs Of Jesus' Second Coming. ISBN 9756426497.
Yahya, Harun (2004). Answers from the Quran: For Newcomers to Islam. ISBN 8172315627.
Yahya, Harun (2004). Communist China's Policy of Oppression in East Turkestan. Global Publishing. ISBN 9756426446.
Yahya, Harun (2006). Atlas Of Creation (Volume 1).
Yahya, Harun (2007). Biomimetics: Technology Imitates Nature. ISBN 9756426772.
Yahya, Harun (2007). Miracle in the Eye. ISBN 9756426721.
Yahya, Harun (2007). Allahs Miracles in the Quran. Goodword Publication. ISBN 8178985381.
Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 2.
Yahya, Harun (2007). Atlas of Creation Volume 3.
Yahya, Harun (2007). Consciousness in the Cell. ISBN 9756426713.
Yahya, Harun (2007). Global Impact of the Works of Harun Yahya. ISBN 9758718320.
Yahya, Harun (2001). Miracles of the Qur'an. Al-Attique Publishers Inc. ISBN 1894264533.

Tokoh Islam dan Ilmuwan Muslim Berpengaruh Dunia

Biografi 10 Tokoh Islam dan Ilmuwan Muslim yang Berpengaruh di DuniaIslam telah melahirkan banyak sekali ilmuwan hebat dalam berbagai bidang. Para ilmuwan Islam biasanya tidak sekadar menguasai satu bidang ilmu. Berikut ini sekelumit profil para tokoh ilmuwan muslim yang terkenal dengan bidang keahliannya dan berpengaruh di Dunia.

Al-Farabi atau Abu Nashr Muhammad Al-Farabi adalah seorang jenius yang menguasai 89 bahasa dan guru besar Muslim dalam banyak bidang. Al-Farabi dijuluki Bapak Logika Islam. Al-Farabi pernah tinggal di Baghdad selama 40 tahun untuk mempelajari bahasa Arab dan Yunani, filsafat dan logika Aristoteles. Al-Farabi menulis lebih dari 100 buku bidang filsafat, sains, kedokteran, musik, dan lain-lain.

Al-Khawarizmi atau yang mempunyai nama asli Muhammad Ibn Musa al-Khawarizmi dikenal sebagai Bapak Aljabar Dunia. Al-Khawarizmi menciptakan pemakaian trigonometri dalam astronomi. Tokoh dan Ilmuwan Islam yang lahir pada 965 M ini juga menciptakan sistem penomoran yang sangat penting yang digunakan hingga pada zaman sekarang.

Ibnu Haitham yang mempunyai nama asli Abu Ali Muhammad Al-Hassan Ibnu Al-Haitham adalah Bapak Optik Modern. Dalam kalangan cerdik pandai di Barat dikenal dengan nama Alhazen. Tulisannya mengenai pengobatan mata menjadi rujukan yang dipelajari hingga saat ini. Ibnu Haitham melakukan penelitian mengenai cahaya dan mengilhami kepada ahli sains Barat.

Ibnu Khaldun adalah ilmuwan Islam yang dikenal sebagai sejarawan dan Bapak Sosiologi. Selain itu, ia dikenal sebagai Bapak Ekonomi Islam. Pemikiran-pemikirannya tentang teori ekonomi yang logis dan realistis jauh dikemukakan sebelum tokoh barat Adam Smith dan David Ricardo.

Ibnu Sina atau dikenal sebagai Avicenna adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter yang lahir di Persia pada 980 M. Dia disebut sebagai Bapak Pengobatan Modern. Sebagai salah satu ilmuwan islam bidang kedokteran, Karyanya yang paling terkenal adalah Qanun fi Thib, yang menjadi rujukan di bidang kedokteran selama berabad-abad.

Imam Al Ghazali adalah tokoh ilmuwan muslim terkemuka dalam kancah filsafat dan tasawuf. Semasa hidupnya, sosok yang sering dipanggil sebagai Algazel ini sangat aktif menulis. Karya-karyanya dalam masalah ushuluddin, aqidah, fikih, filsafat, manthiq, dan tasawuf sangat banyak. Beberapa di antaranya adalah Arba'in Fi Ushuliddin, Al Iqtishad Fil I'tiqad, Ma'ariful Aqliyah, dan lain-lain.

Al-Kindi memiliki kontribusi besar dalam bidang filsafat yang dijuluki sebagai filsuf Arab. Al-Kindi produktif menulis dari beberapa disiplin ilmu, seperti metafisika, etika, logika, psikologi, farmakologi, matematika. Karyanya Kitab Al-Kindi ila Al-Mu’tashim Billah Fi Al-Falsafah Al-Ula, Kitab Al-Falsafah Ad-Dakhilat wa Al-Masa’il Al-Manthiqiyyah wa Al-Muqtashah wa Ma Fawqa Al-Thabi’iyyah, dan Kitab fi An-Nahu La Tanalu Al-Falsafah Illa Bi ‘ilm Al-Riyadhiyyah.

Jabir Al-Hayyan seorang tokoh Islam dunia yang diakui sebagai Bapak Kimia Bangsa Arab. Dia mengembangkan dua operasi utama kimia, yaitu kalnikasi dan reduksi kimia. Selain itu, Jabir Al-Hayyan juga juga menginspirasi banyak ilmuwan bidang kimia. Dia memperbaiki metode penguapan, sublimasi, peleburan, dan kristalisasi.

Ibnu al-Nafis yang lahir di Damaskus Suriah pada 1213 M diketahui sebagai orang pertama yang secara akurat mendeskripsikan peredaran darah dalam tubuh manusia. Ilmuwan muslim berjuluk Bapak Fisiologi Sirkulasi Darah ini juga menjadi orang pertama yang mengungkapkan teori pembuluh darah kapiler.

Al-Zahrawi adalah seorang fisikawan dan ahli bedah. Karyanya yang terkenal adalah Al-Tasrif yang berisi kumpulan praktik kedokteran, tentang gigi dan kelahiran anak. Al-Zahrawi yang lahir pada 936 M di Andalusia juga dijuluki sebagai Bapak Ahli Bedah atas perannya dalam penemuan jarum suntik, forcep, jarum bedah, pisau bedah.

Demikian 10 tokoh islam dan ilmuwan muslim yang Berpengaruh di Dunia. Terima kasih.

Biografi Gus Baha atau Ahmad Bahauddin Nursalim

Biografi Gus Baha - Ahmad Bahauddin NursalimK.H. Ahmad Bahauddin, lebih dikenal sebagai Gus Baha (lahir 29 September 1970), merupakan ulama Nahdlatul Ulama (NU) yang berasal dari Rembang. Ia dikenal sebagai salah satu ulama ahli tafsir yang memiliki pengetahuan mendalam seputar al-Qur'an. Ia merupakan salah satu murid dari ulama kharismatik, Kiai Maimun Zubair.

Gus Baha merupakan putra dari seorang ulama pakar Al-Qur’an dan juga pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur'an LP3IA, Kiai Nursalim al-Hafizh, dari Narukan, Kragan, Rembang. Kiai Nursalim merupakan murid dari Kiai Arwani Kudus dan Kiai Abdullah Salam, Kajen, Mergoyoso, Pati. Nasabnya bersambung kepada para ulama besar. Bersama Kiai Nursalim, KH Hamim Jazuli (Gus Miek) memulai gerakan Jantiko (Jamaah Anti Koler) yang menyelenggarakan kajian Al-Qur’an secara keliling.

Jantiko kemudian berganti Mantab (Majelis Nawaitu Topo Broto), lalu berubah jadi Dzikrul Ghafilin. Kadang ketiganya disebut bersamaan: Jantiko-Mantab dan Dzikrul Ghafilin. Dari silsilah keluarga ayah, Gus Baha’ merupakan generasi ke-4 ulama-ulama ahli Al-Qur'an. Sedangkan dari silsilah keluarga ibu, Gus Baha menjadi bagian dari keluarga besar ulama Lasem, dari Bani Mbah Abdurrahman Basyeiban atau Mbah Sambu.

Biografi Gus Yahya Cholil Staquf Ketua PBNU Terpilih

Biografi Gus Yahya Cholil Staquf Calon Ketua PBNU TerpilihYahya Cholil Staquf dikenal juga dengan sapaan Gus Yahya (lahir 16 Februari 1966) adalah ulama berkebangsaan Indonesia. Gus Yahya dikenal sebagai kiai, ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) dan saat ini menjabat sebagai Katib Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). Gus Yahya adalah saudara dari Menteri Agama RI KH. Yaqut Cholil Qoumas. Gus Yahya merupakan putra dari KH. Muhammad Cholil Bisri, salah satu pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Ia juga dikenal sebagai pengasuh pondok pesantren Roudlotut Tholibien, Leteh, Rembang, Jawa Tengah.

Riwayat pendidikan Gus Yahya tercatat pernah menimba ilmu di pesantren dan ia adalah murid KH. Ali Maksum di Madrasah Al-Munawwir Krapyak, Yogyakarta. Pada jenjang pendidikan tinggi, ia tercatat pernah menempuh pendidikan pada Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Gadjah Mada. Pada saat menjadi mahasiswa, ia juga aktif dalam Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta. Kiprah Yahya Cholil Staquf di NU adalah sebagai Sekretaris Umum Katib Syuriah PBNU sejak 2015 samlai sekarang. 

Gus Yahya pernah menjadi juru bicara Presiden RI KH. Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Pada 31 Mei 2018, Gus Yahya dilantik oleh Presiden Jokowi menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) di Istana Negara, Jakarta. Gus Yahya pada tahun 2014, tercatat menjadi salah satu inisiator pendiri institut keagamaan di California, Amerika Serikat yaitu Bayt Ar-Rahmah Li adDa’wa Al-Islamiyah rahmatan Li Al-alamin yang mengkaji agama Islam untuk perdamaian dan rahmat alam.

Khalifah Harun Ar-Rasyid pada Masa Keemasan Islam

Khalifah Harun Ar-Rasyid - Masa Keemasan IslamHarun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Ayahnya bernama Muhammad Al-Mahdi, khalifah yang ketiga dan kakaknya, Musa Al-Hadi adalah kalifah yang keempat. Ibunya Jurasyiyah dijuluki Khayzuran berasal dari Yaman.

Meski berasal dari dinasti Abbasiyah, Harun Ar-Rasyid dikenal dekat dengan keluarga Barmak dari Persia (Iran). Pada masa mudanya, Harun banyak belajar dari Yahya ibn Khalid Al-Barmak.

Era pemerintahan Harun, yang dilanjutkan oleh Ma'mun Ar-Rasyid, dikenal sebagai masa keemasan Islam (The Golden Age of Islam), di mana saat itu Baghdad menjadi salah satu pusat ilmu pengetahuan dunia.

Pada masa pemerintahannya dia:

- Mewujudkan keamanan, kedamaian serta kesejahteraan rakyat. 
- Membangun kota Baghdad yang terletak di antara sungai eufrat dan tigris dengan bangunan-bangunan megah. 
- Membangun tempat-tempat peribadatan. 
- Membangun sarana pendidikan, kesenian, kesehatan, dan perdagangan. 
- Mendirikan Baitul Hikmah, sebagai lembaga penerjemah yang berfungsi sebagai perguruan tinggi, perpustakaan, dan penelitian. 
- Membangun majelis Al-Muzakarah, yakni lembaga pengkajian masalah-masalah keagamaan yang diselenggarakan di rumah-rumah, masjid-masjid, dan istana. 

Pada masanya Ia memiliki seorang kadi (penasihat kerajaan) yang sangat cerdas yang dikenal dengan nama Abu Nawas menurut cerita rakyat irak ia suka menantang abu nawas dengan hal yang aneh kepada Abu Nawas bahkan di salah satu cerita rakyat ia pernah disuruh memindahkan istananya.

Kalender dan Sejarah Islam dari Masa ke Masa 2022

Kalender Peristiwa dan Sejarah Islam dari Masa ke MasaNabi Muhammad SAW (570 – 632) adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Nabi Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang dibawa nabi dan rasul sebelumnya. 

Ayahnya bernama Abdullah meninggal dunia ketika Muhammad berusia 2 bulan dalam perut ibunya, dan ibunya bernama Aminah meninggal dunia ketika Muhammad berusia 6 tahun. Setelah yatim piatu, Muhammad dibesarkan di bawah asuhan kakeknya Abdul Muthalib sampai berusia 8 tahun, kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib selama hampir 40 tahun. 

Perjalanan niaga pertama Muhammad dilakukan menuju Syam bersama pamannya Abu Thalib, ketika Muhammad berusia 12 tahun. Pada perjalanan ini Abu Thalib diberitahu oleh Rahib Bahira bahwa Muhammad adalah calon nabi yang dijanjikan. Buhaira adalah seorang mantan Yahudi yang menjadi rahib Kristen Nestorian yang tinggal di kota Bushra, Selatan Syam (sekarang Syria).

Waraqah bin Naufal adalah adalah seorang imam Arab dan sepupu tertua dari jalur ayah Khadijah, istri Nabi Muhammad ﷺ. Waraqah diperkirakan meninggal pada tahun 610 M, tidak lama setelah Muhammad menerima wahyu pertamanya. Waraqah adalah seorang yang beragama Nasrani yang tinggal di Mekkah. 

Waraqah adalah seorang imam Nestorian dan dihormati dalam tradisi Islam untuk menjadi salah satu hanif pertama yang percaya kenabian Muhammad. Dia mengetahui tentang kenabian Muhammad dari Injil. Ketika dia dibacakan tentang Surah Al-'Alaq, ia mengetahui bahwa Muhammad telah diangkat menjadi seorang nabi.

570/-53 - 632/11 : Masa Nabi Muhammad SAW

682 - 720 : Umar bin Abdul Aziz adalah khalifah yang berkuasa dari tahun 717 sampai 720 merupakan cicit Umar bin Khattab.
699 - 767 : Imam Hanafi atau Abu Hanifah merupakan pendiri dari Madzhab Fiqih Hanafi.
711 - 795 : Imam Malik atau Malik bin Anas adalah pakar ilmu fikih dan hadis, serta pendiri Mazhab Maliki.
716 - 778 : Sufyan ats-Tsauri adalah salah seorang tokoh ulama, imam dalam bidang hadits juga bidang keilmuan lainnya, yang wara' atau sangat hati-hati, zuhud, ahli fikih dan dinilai setara dengan 4 imam fikih: Imam Abu Hanifah, Imam Malik, Imam Syafi'i, dan Imam Ahmad bin Hambal.
756 - 814 : Abu Nawas atau Abū-Nuwas adalah seorang pujangga Arab. Kadi dari Harun Ar-Rasyid.
766 - 809 : Harun Ar-Rasyid adalah khalifah kelima dari kekalifahan Abbasiyah dan memerintah antara tahun 786 hingga 803. Pada masanya Ia memiliki seorang kadi (penasihat kerajaan) yang sangat cerdas yang dikenal dengan nama Abu Nawas.
767 - 820 : Imam Syafei atau Abu Abdullah Muhammad asy-Syafi'i adalah seorang mufti besar Sunni Islam dan juga pendiri mazhab Syafi'i
780 - 855 : Imam Hambali atau Ahmad bin Hanbal adalah seorang ahli hadits dan teologi Islam pendiri dari Madzhab Fiqih Hambali.

780-850 : Al-Khawarizmi adalah seorang ahli dalam bidang matematika, astronomi, astrologi, dan geografi yang berasal dari Persia. 

810 - 870 : Imam Bukhari adalah ahli hadis yang termasyhur di antara para ahli hadis sejak dulu hingga kini bersama dengan Imam Muslim (821-875), Abu Dawud (817-889), Tirmidzi (824-892), An-Nasai (830-915) dan Ibnu Majah (824-887) bahkan dalam buku-buku fiqih dan hadis, hadis-hadisnya memiliki derajat yang tinggi.

872 - 950 : Al-Farabi adalah ilmuwan dan filsuf Islam berasal dari Farab, Kazakhstan. Ia juga dikenal dengan nama Abū Nasir al-Fārābi
980-1037 : Ibnu Sina dikenal juga sebagai "Avicenna" di dunia Barat adalah seorang filsuf, ilmuwan, dan dokter kelahiran Persia (sekarang Iran).

1058/450 - 1111/505 : Al Ghazali adalah seorang filsuf dan teolog muslim Persia, yang dikenal sebagai Algazel di dunia Barat abad Pertengahan.
1076 - 1148 : Ibnul Arabi adalah seorang imam sunni, qadi dari mazhab Maliki pada masa Spanyol Islam.
1078 - 1166 : Abdul Qadir al-Jailani adalah seorang ulama fiqih yang sangat dihormati oleh Sunni dan dianggap wali dalam dunia tarekat dan sufisme dan diadakan penghormatan besar oleh kaum Muslim dari anak benua India.

1126 - 1198 : Ibnu Rusyd sering dilatinkan sebagai Averroes, adalah seorang filsuf dan pemikir dari Al-Andalus yang menulis dalam bidang disiplin ilmu, termasuk filsafat, akidah atau teologi Islam, kedokteran, astronomi, fisika, fikih atau hukum Islam, dan linguistik.

1138 - 1193 : Salahuddin Al Ayyubi adalah seorang jenderal dan pejuang muslim Kurdi dari Tikrit. Ia mendirikan Dinasti Ayyubiyyah di Mesir, Suriah, sebagian Yaman, Irak, Mekkah Hejaz dan Diyar Bakr. Ia lebih dikenal dengan nama julukannya yaitu, Salahuddin Ayyubi/Saladin/Salah ad-Din.
1142 - 1180 : Al-Mustadhi' Liamrillah bergelar Abu Muhammad dengan nama asli al-Hasan bin al-Mustanjid Billah adalah Khalifah Bani Abbasiyah di Baghdad dari 1170 hingga 1180. Pada masa kekuasaannyalah hidup seorang jenderal di Mesir yang dikenal dengan nama Salahuddin al-Ayyubi, yang menjadi pahlawan Islam dalam Perang Salib.

1165 - 1240 : Ibnu Arabi adalah seorang sufi terkenal dalam perkembangan tasawuf di dunia Islam. 

1263 - 1328 : Ibnu Taimiyah adalah seorang pemikir dan ulama Islam dari Harran, Turki.
1292 - 1350 : Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah dinamakan karena ayahnya berada/menjadi penjaga di sebuah sekolah lokal yang bernama Al-Jauziyyah. Beliau merupakan murid Ibnu Taimiyah.
1301 - 1372 : Ibnu Katsir adalah seorang pemikir dan ulama muslim juga murid Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah. 

1332 - 1406 : Ibnu Khaldun adalah seorang sejarawan muslim dari Tunisia dan sering disebut sebagai bapak pendiri ilmu historiografi, sosiologi dan ekonomi. Karyanya yang terkenal adalah Muqaddimah.

1432 - 1481 : Muhammad al-Fatih atau Mehmed II merupakan penguasa Utsmani ketujuh dan berkuasa pada 1444 – 1446 dan 1451 – 1481. Capaiannya yang paling dikenal luas adalah penaklukan Konstantinopel pada tahun 1453 yang mengakhiri riwayat Kekaisaran Romawi Timur, menjadikannya mendapat julukan 'Sang Penakluk' atau el-Fatih.

1703 - 1792 : Muhammad bin Abdul Wahhab adalah seorang ahli teologi agama Islam dan seorang tokoh pemimpin gerakan keagamaan yang pernah menjabat sebagai mufti Daulah Su'udiyyah yang kemudian berubah menjadi Kerajaan Arab Saudi.
1838 - 1897 : Jamaluddin al-Afghani merupakan aktivis politik, nasionalis Islam, pencetus, perintis Islamisme dan Pan Islamisme pernah bertempat tinggal di Afganistan, Indonesia, Iran, Mesir, dan Kesultanan Ottoman pada abad ke-19.
1849 - 1905 : Muhammad Abduh adalah seorang pemikir muslim dari Mesir, dan salah satu penggagas gerakan modernisme Islam.
1865 - 1935 : Muhammad Rasyid Ridha adalah seorang intelektual muslim dari Suriah yang mengembangkan gagasan modernisme Islam yang awalnya digagas oleh Jamaluddin al-Afghani dan Muhammad Abduh.

1868 - 1923 : Ahmad Dahlan adalah pendiri Muhammadiyah 
1871 - 1947 : Hasyim Asy’ari adalah pendiri Nahdlatul Ulama

1906 - 1949 : Hassan al-Banna merupakan pendiri dari Ikhwanul Muslimin, salah satu organisasi Islam terbesar dan berpengaruh pada Abad 20.
1906 - 1966 : Sayyid' Qutb adalah seorang penulis, pendidik, ulama, penyair Mesir dan anggota utama Ikhwanul Muslimin Mesir pada era 1950-an dan 1960-an.

1909 - 1999 : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz adalah seorang ulama kontemporer yang ahli dibidang sains Hadits, Aqidah, dan Fiqih. 
1914 - 1999 : Al Albani adalah seorang ulama besar Suni berdarah Eropa dan ulama hadis terkemuka dari era kontemporer (abad ke-20) yang sangat berpengaruh. Menelurkan banyak karya monumental di bidang hadis dan fikih serta banyak dijadikan rujukan oleh ulama-ulama Islam pada masa sekarang. 
1918 - 2005 : Ahmad Deedat adalah seorang cendikiawan Muslim dalam bidang perbandingan agama. Ia juga merupakan seorang pengarang, dosen, dan juga orator. Ia dikenal sebagai salah satu pembicara handal dalam debat public tentang masalah keagamaan.

1926 - sekarang : Yusuf al-Qaradawi adalah seorang cendekiawan Muslim yang berasal dari Mesir. Ia dikenal sebagai seorang Mujtahid pada era modern dan dipercaya sebagai seorang ketua majelis fatwa.
1956 - sekarang : Harun Yahya atau Adnan Oktar adalah seorang pemimpin kultus dan kreasionis Islam. Ia merupakan penentang teori evolusi, Darwinisme dianggapnya sebagai sumber terorisme.
1959 - sekarang : Aid al-Qarni adalah seorang sarjana, pengarang dan aktivis Islamis Muslim Saudi. Al-Qarni paling dikenal karena buku pertolongan diri buatannya La Tahzan, yang ditujukan bagi kalangan Muslim maupun non-Muslim.
1965 - sekarang : Zakir Naik adalah seorang dai, dokter, pakar ilmu perbandingan agama, pembicara umum, dan penceramah internasional Muslim dari India. Ia juga merupakan penulis hal-hal tentang Islam dan Ilmu Perbandingan Agama.

Islam di Indonesia : 

1310-1415 - Syekh Jumadil Qubro atau Jamaluddin Akbar al-Husaini adalah putra Husain Jamaluddin dari isterinya yang bernama Puteri Selindung Bulan. Tokoh ini sering disebutkan dalam berbagai babad dan cerita rakyat sebagai salah seorang pelopor penyebaran Islam di tanah Jawa. Beliau dikenal sebagai seorang muballigh terkemuka, di mana sebagian besar penyebar Islam di Nusantara (Wali Songo) berasal dari keturunannya.

9 Wali Songo :
 
 - 1419 : Sunan Gresik atau Maulana Malik Ibrahim ke-22 dari Nabi Muhammad
1401 - 1481 : Sunan Ampel atau Raden Rahmat 22 Adik Sepupu Sunan Gresik
1465 - 1525 : Sunan Bonang atau Raden Makhdum Ibrahim 23 putra Sunan Ampel
1470 - 1522 : Sunan Drajat atau Raden Qasim Syarifuddin 23 putra Sunan Ampel
1442 - 1506 : Sunan Giri atau Raden Paku atau Muhammad 'Ainul Yaqin 23 murid Sunan Ampel
1450 - 1513 : Sunan Kalijaga atau Raden Syahid murid Sunan Bonang dan Adik ipar Sunan Giri
 - 1551 : Sunan Muria atau Raden Umar Said putera Sunan Kalijaga dan adik ipar Sunan Kudus
 - 1550 : Sunan Kudus atau Raden Ja'far Shadiq 24 cucu Sunan Gresik
1448 - 1569 : Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah

Abu al-'Abbas As-Saffah - Khalifah Pertama Abbasiyah

Abu al-'Abbas As-Saffah - Khalifah Pertama Bani AbbasiyahAbu al-'Abbas Abdullah bin Muhammad as-Saffah (721 - 754) (Bahasa Arab: أبو العباس عبد الله بن محمد السفاح) merupakan khalifah pertama Bani Abbasiyah. Bani Abbasiyah berkuasa antara 750 sampai 1258, dan ia berkuasa sampai kematiannya pada 754. Nama lengkapnya adalah Abdullah bin Muhammad bin Ali bin Abdullah bin Abbas bin Abdul-Muththalib bin Hasyim.

Abu al-'Abbas merupakan pemimpin salah satu cabang Bani Hashim, yang menisbatkan nasabnya kepada Hasyim, buyut Nabi Muhammad, melalui al-Abbas, paman Nabi SAW. Bani Hasyim mendapat dukungan besar dari golongan Syi’ah yang berpikir bahwa keluarganya, yang telah diturunkan dari Nabi Muhammad dan Ali bin Abi Thalib, akan menurunkan pemimpin besar lainnya atau Mahdi yang akan membebaskan Islam. 

Kebijakan tanggung-tanggung penguasa terakhir Umayyah untuk mentoleransi Muslim non-Arab dan Syi’ah telah gagal memadamkan kerusuhan antara minoritas-minoritas itu. Kerusuhan ini menimbulkan pemberontakan selama masa Hisyam bin Abdul-Malik di Kufah, kota terkenal di Irak selatan. 

Muslim Syi’ah memberontak pada 736 dan menguasai kota sampai 740, dipimpin Zaid bin Ali, cucu Husain bin Ali. Pemberontakan Zaid gagal, dan dipadamkan oleh pasukan Bani Umayyah pada 740. Pemberontakan di Kufah menandai kuatnya Bani Umayyah dan bertambahnya kekacauan di Dunia Islam.

Abu al-'Abbas memilih berfokus ke Khurasan, daerah militer penting di Iran timur. Pada 743, kematian Khalifah Bani Umayyah Hisyam bin Abdul-Malik meletuskan perang saudara di dalam Khilafah Islam. Abu al-'Abbas, didukung oleh Syi’ah, Khawarij, dan daerah Khurasan, memimpin pasukannya menang terhadap Bani Umayyah dan akhirnya menjatuhkan penguasa terakhirnya Marwan II pada 750.

Perang saudara ditandai dengan oleh kenabian 1000 tahun yang didorong sejumlah Syi’ah bahwa Abu al-'Abbas merupakan mahdi. Sejumlah sarjana Muslim yang menonjol menulis karya seperti Jafr yang mengatakan muslimin yang setia bahwa perang saudara yang brutal merupakan konflik besar antara yang hak dan batil. 

Pilihan Bani Umayyah memasuki pertempuran dengan bendera putih dan Bani Abbasiyah memasukinya dengan bendera hitam membesarkan teori-teori itu. Warna putih, bagaimanapun dianggap kebanyakan orang Persia sebagai tanda dukacita.

Mengenai bahwa ada kemungkinan kembalinya kekuatan Khilafah Bani Umayyah, Abu al-'Abbas mencari-cari seluruh anggota yang tersisa dari keluarga Umayyah untuk menghukum mati mereka. Itulah yang membuat, pelarian ke al-Andalus, atau Spanyol, dipimpin oleh Abd ar-Rahman I di mana Khilafah Bani Umayyah akan bertahan selama 3 abad. Karena usahanya untuk menyingkirkan keluarga Bani Umayyah, Abu al-'Abbas memperoleh julukan as-Saffah, atau tulisan berdarah.

Setelah kemenangan terhadap Bani Umayyah, pemerintahan pendek Abu al-'Abbas ditandai dengan usaha mengkonsolidasi dan membangun kembali Khilafah. Para pendukungnya diwakili dalam pemerintahan baru, namun selain dari kebijakannya terhadap keluarga Umayyah, Abu al-'Abbas secara luas dipandang sejarawan sebagai pemenang yang mendingan. Orang-orang Yahudi, Kristen Nestorian, dan Persia secara baik diwakili dalam pemerintahan Abu al-'Abbas dan dalam meneruskan administrasi Abbasiyah. Pendudukan juga didorong, dan pabrik kertas pertama didirikan di Samarkand.

Sama-sama revolusioner merupakan perbaikan pasukan Abu al-'Abbas, yang beranggotakan termasuk non-Muslim dan non-Arab sangat berbeda dengan Bani Umayyah yang menolak pasukan dari 2 golongan itu. Abu al-'Abbas memilih yang berbakat Abu Muslim sebagai komandan militernya, yang akan menjabat sampai 755 dalam ketentaraan.

Abu al-'Abbas mengingkari janjinya terhadap kelompok Syi'ah dalam menyatakan Khilafah untuk dirinya sendiri. Kelompok Syi’ah telah berharap bahwa imam mereka akan dinamai sebagai Khalifah, membuka masa perdamaian dan kemakmuran yang milenialis telah percaya akan datang. Abu al-'Abbas meninggal pada 755, hanya 5 tahun setelah menjatuhkan Bani Umayyah. Ia digantikan saudaranya al-Mansur.

Abu Nawas atau Abu Nuwas dan Harun Ar-Rasyid

Abu Nawas atau Abu Nuwas dan kadi khalifah Harun Ar-Rasyid
Abu Nawas atau dikenal sebagai Abu-Ali Al-Hasan bin Hani Al-Hakami (756-814), atau Abū-Nuwās (Bahasa Arab:ابونواس), adalah seorang pujangga Arab. Dia dilahirkan tahun 747 M sebagai anak yatim di kota Ahvaz di negeri Persia, dengan darah Arab dan Persia mengalir di tubuhnya. Sepeninggal ayahnya, Abu Nawas kemudian dibawa ibunya ke kota Basra, Irak. Dia di sana belajar beberapa ilmu agama seperti ilmu hadits, sastra Arab, dan ilmu Al-Quran.

Tak lama setelah belajar ilmu-ilmu agama, Abu Nawas bertemu dengan Walibah ibn Habib Al-Asad. Walibah memberikan pelajaran kepada Abu Nawas untuk memperhalus kembali bahasa yang dia gunakan. Dia juga pergi ke Kufah untuk bertemu dengan orang-orang Arab Badui, supaya ia dapat memperhalus serta memperdalam kesustraan bahasa Arab. Tak lama kemudian Abu Nawas terkenal sebagai seseorang sastrawan cemerlang. 

Abu Nawas dianggap sebagai salah satu penyair terbesar sastra Arab klasik ia digambarkan sosok yang bijaksana sekaligus kocak. Abu Nawas juga muncul beberapa kali dalam kisah Seribu Satu Malam dalam salah satu cerita ia pernah berpura pura gila karena tidak ingin menjadi kadi setelah mendengar wasiat ayahnya dengan cara menaiki batang pisang seperti kuda kudaan.

Puisi pujiannya yang berisi puji-pujian memungkinkannya untuk ikut mendukung Khalifah Harun Ar-Rasyid, dan ia juga mengaitkan dirinya dengan keluarga wazir Barmak, yang saat itu berada di puncak kekuasaan mereka. Akhirnya, dia pun dipercaya sebagai orang kepercayaan oleh Khalifah Harun Ar-Rasyid, pemimpin dinasti Abbasiyah yang kelima. Dia juga sering ditantang oleh raja Harun Ar-Rasyid maupun oleh teman temanya dengan hal yang aneh, berisiko dan bahkan tidak mungkin terjadi seperti memindahkan istana raja ke bukit, memantati raja dan lain lain.

Perihal tahun kewafatannya, banyak pihak yang berbeda pendapat. Informasi yang berkaitan dengan kematiannya tidak pasti dan saling bertentangan. Ada yang mengatakan bahwa tahun meninggalnya Abu Nawas terjadi pada tahun 806 M. Di sisi lain, ada yang mengatakan ia meninggal pada tahun 813 M. Ada juga yang mengatakan bahwa Abu Nawas sebenarnya meninggal pada tahun 814 M, selisih satu tahun dengan versi sebelumnya. Dia dimakamkan di kota Bagdad, Irak.

Marwan bin Muhammad - Khalifah Terakhir Bani Umayyah

Marwan bin Muhammad - Khalifah Terakhir Bani Umayyah
Marwan bin Muhammad bin Marwan, bergelar Marwan II (688 - 750), merupakan Khalifah Bani Umayyah yang berkuasa dari 744 sampai 750 saat ia terbunuh. Ia merupakan khalifah terakhir Bani Umayyah yang berkuasa dari Damaskus.

Sebelum menjadi khalifah, Marwan telah menjabat sebagai Gubernur Azerbaijan. Dalam kapasitas ini beberapa kali ia mengadakan perang terhadap Khaganat Khazar, memenangkan kejayaan Phirrik namun tak sanggup mengokohkan penaklukannya.

Marwan kemudian berkuasa setelah sepupunya Ibrahim bin Walid mengundurkan diri dan pergi ke tempat persembunyian. Marwan mewarisi kekhalifahan yang sedang pecah. Perasaan anti-Umayyah telah sangat merata khususnya di Iran dan Irak, dan Bani Abbasiyah telah memperoleh banyak pengikut. Masa jabatan Marwan sebagai khalifah hampir secara penuh dicurahkan untuk upaya menjaga kekuasaan Bani Umayyah.

Marwan ternyata tidak sanggup melakukannya. Walaupun memperoleh kemenangan pada awalnya, ia akhirnya dikalahkan secara meyakinkan oleh Abul Abbas As-Saffah dari Bani Abbasiyah dalam pertempuran di bantaran Sungai Zab. Hanya dalam pertempuran itu, lebih dari 300 anggota keluarga Umayyah terbunuh.

Marwan kemudian pergi mencari perlindungan menyusul kekalahannya. Berharap menemukan perlindungan di barat, ia lalu pergi ke Mesir. Namun ia tertangkap saat melintasi Sungai Nil dan terbunuh. Kematiannya menandai berakhirnya kekuasaan Bani Umayyah di timur, dan hampir saja mengakhiri keberadaan Bani Umayyah. 

Pembunuhan massal Bani Umayyah segera saja dilakukan oleh Bani Abbasiyah. Hampir seluruh keturunan Bani Umayyah terbunuh, kecuali Abdurrahman bin Muawiyah yang melarikan diri ke Spanyol dan mendirikan pemerintahan Islam di Al-Andalus.

Abdul Malik bin Marwan - Khalifah Pemersatu Islam

Abdul Malik bin Marwan - Khalifah Pemersatu IslamAbdul Malik bin Marwan (bahasa Arab: عبد الملك ابن مروان‎, 646/47– Oktober 705) adalah khalifah yang berkuasa pada tahun 685 sampai 705. Dia merupakan salah seorang khalifah Umayyah di Syria yang paling lama berkuasa. 'Abdul Malik mewarisi tampuk kekhalifahan dari ayahnya Marwan bin al-Hakam yaitu sepupu Utsman bin 'Affan dan diteruskan oleh anaknya. Sepeninggalnya, empat putranya diangkat menjadi khalifah yaitu Al-Walid bin 'Abdul Malik, Sulaiman bin 'Abdul Malik, Yazid bin 'Abdul Malik, dan Hisyam bin 'Abdul Malik. Disela-sela 4 masa kekalifahan putranya, ada masa khalifah Umar bin 'Abdul 'Aziz cicit dari Umar bin Khattab. 'Abdul Malik berasal dari Bani Umayyah cabang Marwani.

Pada masa kekuasaannya, 'Abdul Malik berhasil menyatukan seluruh kekhalifahan dalam kendali tunggal Umayyah yang berpusat di Syria, mengalahkan 'Abdullah bin Zubair yang menjadi khalifah pesaing di Makkah, dan mengakhiri perang saudara. 'Abdul Malik juga merupakan khalifah yang pertama kali mencetak dinar dan menetapkan bahasa Arab sebagai bahasa resmi di pemerintahan. Dia juga menjadikan keluarganya sebagai pusat kekuasaan dengan memberikan mereka berbagai kedudukan penting, seperti gubernur dan panglima. Secara pribadi, 'Abdul Malik dikenal sebagai sosok ahli ibadah dan zuhud. Sepeninggalnya, takhta diwariskan kepada salah seorang putranya, Al-Walid.

Di Al-Quds, 'Abdul Malik membangun Kubah Shakhrah yang mulai dibangun beberapa saat setelah menjadi khalifah dan diselesaikan pada tahun 691. Meski putra-putranya juga memerintahkan berbagai pekerjaan pembangunan, sebagian besar pembangunan 'Abdul Malik dikhususkan di wilayah Al-Quds, seperti memperluas tapal batas Masjid Al-Aqsha sampai memasukkan Ash-Shakhrah yang mana Kubah Shakhrah dibangun menaunginya, membangun dua gerbang di Masjid Al-Aqsha, dan memperbaiki jalan-jalan kota.

Abdul Malik juga melakukan proses Arabisasi di kekhalifahan. Pada sekitar tahun 700, 'Abdul Malik mengeluarkan maklumat untuk menggantikan bahasa Mesir dan Koptik dengan bahasa Arab di pemerintahan di Syria dan Mesir. Al-Hajjaj sendiri sudah memulainya di Iraq tiga tahun sebelumnya. Hal ini menjadikan bahasa Arab sebagai bahasa resmi tunggal di negara. Dalam penerapannya, bahasa Arab baru menjadi bahasa pemerintahan di provinsi timur jauh pada sekitar tahun 740, pada masa-masa terakhir kekuasaan Umayyah di Syria. Pada masa pemerintahannya, gerakan penerjemahan buku-buku berbahasa Persia dan Romawi ke bahasa Arab mengalami perkembangan yang pesat.

Di masanya, Al-Hajjaj bin Yusuf menjadi salah satu tokoh penting dalam sejarah kekhalifahan dan lebih sering dibicarakan dalam sumber-sumber Abad Pertengahan daripada khalifah sendiri. Dia merupakan salah satu pendukung Umayyah paling setia. Keluarganya dan keluarga khalifah saling terikat pernikahan satu sama lain. Meski termasuk sosok yang cakap dalam urusan militer dan pemerintahan, dia kerap dipandang buruk oleh sejarawan Muslim lantaran kekejamannya, juga pembunuhan atas beberapa sahabat Nabi. Meski begitu, 'Abdul Malik masih mampu mengekangnya dan para gubernurnya yang lain saat mereka dirasa terlampau tinggi dalam menetapkan pajak, berlebih-lebihan dalam menggunakan sumber daya, atau menumpahkan darah lebih dari yang seharusnya. Hal ini berbeda dengan penerus 'Abdul Malik, Al-Walid, yang lebih memberikan Al-Hajjaj kebebasan lantaran merasa berhutang budi telah mendukungnya untuk naik takhta.

Masa-masa akhir kekuasaan 'Abdul Malik disifati dengan pengukuhan kekuasaan yang damai dan makmur. Salah satu masalah utama yang dihadapi 'Abdul Malik adalah perihal pewaris. Di tahun-tahun terakhir Marwan, 'Abdul Malik dilantik sebagai putra mahkota dan 'Abdul 'Aziz menjadi putra mahkota kedua. Itu artinya, sepeninggal 'Abdul Malik, takhta harusnya diserahkan kepada 'Abdul 'Aziz. 'Abdul Malik sendiri menginginkan agar putranya, Al-Walid, yang menjadi penerusnya, tetapi 'Abdul 'Aziz tidak berniat melepas statusnya. Namun potensi perselisihan pewaris ini dapat dihindari setelah 'Abdul 'Aziz meninggal pada Mei 705. 'Abdul Malik kemudian mengangkat Al-Walid sebagai putra mahkota dan Sulaiman, putranya yang lain, sebagai putra mahkota kedua. 'Abdul Malik sendiri mangkat sekitar lima bulan setelahnya, yakni pada awal Oktober. Sepeninggalnya, putra-putranya memegang tampuk kekhalifahan sampai tahun 743, kecuali pada tahun 717–720.

Jubair bin Muth'im ibn Adi dari Klan Nawfal

Jubair bin Muth'im ibn Adi dari Klan Nawfal
Jubayr ibn Mut'im ( Bahasa Arab : جبير بن مطعم ) w. 57H (676/677)  atau 59H (678/679) adalah seorang sahabat nabi Islam Muhammad . Dia menerima Islam setelah awalnya menjadi kafir. Seorang anggota klan Nawfal dari suku Quraisy di Mekah , ia adalah putra Mut'im ibn 'Adi. Ia terkenal karena pengetahuannya tentang silsilah, yang ia klaim telah pelajari langsung dari Abu Bakar.

Hingga 3 sebelum Hijriyyah (620 M), Jubayr bertunangan dengan putri Abu Bakar, Aisha . Pengaturan ini dibatalkan, setelah kematian Khadijah istri pertama Muhammad, demi pernikahan Aisah dengan Muhammad pada bulan Mei atau Juni 620. 

Pada bulan September 622 Jubayr adalah salah satu dari mereka yang terlibat dalam rencana yang gagal membunuh Muhammad. Pada Pertempuran Uhud Jubayr menyuap budaknya Wahshy ibn Harb dengan uang tebusan untuk membunuh Hamzah bin Abdul Muttalib karena Hamzah telah membunuh paman Jubair di Badr.

Dia mengadopsi Islam pada periode antara Perjanjian Hudaibiah (628) dan Penaklukan Mekah (630) dan kemudian menetap di Madinah. Dia memiliki dua putra, Nafi digambarkan sebagai "produktif dalam menjalin tradisi," dan Muhammad,  diduga sebagai "yang paling terpelajar dari kaum Quraish". Namun, kunya , Abu Abdullah, menunjukkan seorang putra lain bernama Abdullah.

Jubair termasuk dalam Isnad dari beberapa hadits.

Dikisahkan Jubayr ibn Mut`im: Ayah saya berkata, "Saya mendengar Utusan Allah melafalkan" at-Tur "(52) dalam shalat Maghrib ." Bukhari. Dikisahkan Jubayr ibn Mut`im: Bahwa ia mendengar Nabi berkata, "Orang yang mencari ikatan kekerabatan tidak akan memasuki Firdaus." Bukhari 

Jubair ibn Mut'im meriwayatkan dari ayahnya yang mengatakan: "Mereka mengatakan kepada saya bahwa saya bangga, sementara saya mengendarai keledai, mengenakan jubah, dan saya memerah susu domba. Dan Rasulullah berkata kepada saya: 'Siapa pun yang melakukan ini , maka tidak ada kebanggaan (kesombongan) pada dirinya. '" Sahih. Tirmidzi

Dikisahkan Jubayr ibn Mut'im: Nabi berbicara tentang tawanan perang Badr yang mengatakan, "Seandainya Al-Mut'im ibn Adi hidup dan menengahi saya untuk orang-orang jahat ini, saya akan membebaskan mereka demi dia." Bukhari

Muhammad ibn Jubayr ibn Mut'im melaporkan pada otoritas ayahnya bahwa seorang wanita bertanya kepada Utusan Allah tentang sesuatu, tetapi dia mengatakan padanya untuk datang kepadanya pada beberapa kesempatan lain, dimana dia berkata: "Apa yang menurut Anda [harus saya lakukan] jika saya datang kepada Anda tetapi tidak menemukan Anda? " dan sepertinya dia bermaksud bahwa dia akan mati. 

Setelah itu dia berkata, "Jika Anda tidak menemukan saya, maka datanglah ke Abu Bakar." Hadits ini telah diriwayatkan atas otoritas Jubayr ibn Mut'im melalui rantai pemancar lain [dan kata-katanya adalah] bahwa seorang wanita datang ke Utusan Allah dan mendiskusikan dengannya sesuatu, dan dia memberi perintah seperti yang kita temukan di atas- narasi yang disebutkan. Muslim